Ada semboyan hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok harus lebih baik lagi daripada hari ini.
Jadi kuambil kesimpulan kalau memang begitu maka hari terbaik dari hari-hari sepanjang hidup kita ialah hari ketika kita meninggal dunia.
& biasanya kebaikan-kebaikan orang yang meninggal dunia lebih diingat dan dikemukakan daripada keburukan-keburukan dan kesalahan-kesalahannya.
Sudah tau begitu, kita seringnya malah tidak melakukan hal yang sama untuk orang-orang yang masih ada.
Kenapa harus tunggu sesama mati untuk memberikan penghargaan yang luar biasa dan tulus padanya?
Cinere
06.08.09
Tiga Orang Diundang Oleh Sang Bijak Yang Tinggal Sendirian Di Kesenyapan.
Ketiga Orang Ini Adalah Para Pencari Kebijaksanaan Yang Tekun
dan Sudah Lama Mengetahui Bahwa Ada Sang Bijak Penyendiri Yang Bisa Membantu.
Selama Di Perjalanan Mereka Bicarakan Banyak Hal.
Di antaranya, soal warna pakaian yang dikenakan oleh Sang Bijak.
-mungkin bukan hal yang penting-
Tapi Ternyata Beda Pendapat Yang Muncul Membuat Seolah Hal Itu Penting.
Mereka Memperdebatkannya.
Yang Satu Percaya Sang Bijak Pasti Berpakaian Putih.
-karena menurutnya beliau orang suci-
Yang Kedua Percaya Sang Bijak Berpakaian Tidak Putih Tapi Biru.
-karena warna biru menurutnya melambangkan kedamaian.
-sang bijak pastilah sosok yang didiangi kedamaian batin senantiasa-
Yang Ketiga Percaya Warna Pakaian Sang Bijak Ungu.
-karena kebetulan saja dia penyuka warna ungu-
..
Mereka Terus Memperdebatkannya.
..
Sesampai Mereka Di Kediaman Sang Bijak Di Hutan,
Muncul Seseorang Membukakan Pintu Dan Menyambut.
Ia Mengenakan Kaos Putih, Blue Jeans Dan Sweater Ungu.
...
...
Seorang Dari Ketiga Pencari Kebijaksanaan, berinisiatif bertanya
"Maaf Mengganggu, Kami Datang Dari Jauh Hendak Bertemu Sang Bijak.
APA BELIAU ADA Di Rumah?"
Season City
23.12.12
Dulu pernah baca sebuah cerita.
Ada seseorang jatuh terpeleset ke dalam jurang. Namun ia sempat berpegangan pada sebatang dahan dan bertahan sebisanya di situ. Ia tahu tidak akan lama lagi baginya untuk jatuh ke dasar jurang. Jadi ia berteriak sekeras-kerasnya, berharap siapapun yang sedang lewat di atas sana segera menolong.
Setelah cukup lama berteriak-teriak putus asa, Ada yang mendengar dan tentu berniat menolong. Namun sebelum memberi pertolongan Ia meminta satu hal dari orang yang sedang bergantung di bawah itu bahwa ia bersedia menuruti apapun yang dimintakan kepadanya.
Dalam keadaan gawat sedemikian, orang itu langsung mengiyakan (mungkin juga sedikit kesal).
Yang menolong hanya meminta orang itu untuk melepaskan pegangan tangannya.
Orang itu menolak.. dan kembali menjerit minta tolong.
(Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat).
Pejaten
29.07.12
Dua orang pengembara rindu berpulang
ingin tahu siapa dan dari mana mereka berasal.
Mereka ingin tahu kenapa mereka ada
Kepada mereka diberikan dua jalan berbeda
yang berujung sama.
Jawaban atas kerinduan mereka,
tempat berpulang sesungguhnya.
Satu dari keduanya berhasil menemukan
ujung jalan dan berjumpa dengan Sang Jawaban.
Yang satu lagi tidak.
Bukan karena jalannya sesat atau buntu
tetapi karena ia berhenti di tengah jalan.
Pemandangan indah di jalan yang ia lewati
telah memikatnya.
Dan ia memutuskan untuk tetap tinggal di sana.
Pasar Minggu
10.02.11
Hari itu di kantor aku nonton berita sambil makan siang.
Seorang ibu (abg) ditangkap polisi.
Ia membuang bayinya yang baru lahir di sungai.
Di bawah sofa ternyata si miaw, kucing liar,
sedang rebahan sembari susui anak-anaknya yang baru lahir.
Berita selanjutnya...
PHK pekerja pabrik-pabrik di seputar Jakarta.
Demo panas hari dan panas hati.
Lalu seorang "WNI??" lainnya diwawancarai
kapan ia akan menjual Dollar miliknya.
Dijawabnya dengan senyum...
"Kalau kira-kira dollar akan naik sedikit lagi".
Dulu...
Seorang teman yang sedang skripsi di Jakarta
pernah ikut berdemo anti Amerika.
Didramatisir dengan memboikot satu outlet KFC.
Lalu usai pelampiasan emosi itu...
Ia pulang ke kostnya selesaikan ketikan bab 2
pake Microsoft Word Versi XP.
(Sejak kapan moyangnya Bill Gates turunan Jawa?)
Di jalanan ada pekerja keras banting tulang
cari uang...
Ada orang berseragam coklat palak sana palak sini.
Polisikah?
Ada anak-anak kecil ngamen di metro mini
ucapkan terima kasih.
Ada juga anak-anak kecil berlarian di mal
tak bilang apa-apa saat menabrakku.
Televisi dan dunia REAL.
Ada "Ketik REGnya Deddy Corbuzier"
(siapa suruh repot-repot sampai menyiksa pikiran segala)
Ada tukang sulap pasar malam yang memang apa adanya.
Ada Mama Lorenz meramal hidup pasca kini
Bersedia membaca takdir jutaan pengguna ponsel....
Ada Kitab Wahyu yang visioner tapi mengerikan.
Ada Mario Teguh dengan audiens berdasi dan terpelajar
Menggeneralisasi tanpa sedikitpun ada yang mendebat
Ada para Nabi zaman dulu berbicara pada rakyat biasa
Lalu ditentang keras seketika itu juga.
Dan...
Banyak orang tak punya rumah minta-minta
Di rumah ibadah yang dibangun dengan megah
Kenapa?
Satu hari terjadi tsunami dan Situ Gintung jebol
Rumah-rumah berantakan rata dengan tanah
tapi rumah ibadah tetap berdiri.
Tiba-tiba orang takjub, merasa diberi pertanda.
Tuhan penuh kuasa.
Padahal mungkin itu karena
orang-orang membangun rumah ibadah
jauh lebih kokoh daripada rumah-rumah mereka
sendiri. Mungkin.
Takut kualat atau karena tak punya uang cukup.
Benarkah itu? Tuhan begitu angkuh dan egois.
Hanya menyelamatkan rumahNya sendiri.?
.........
Dan sepertinya banyak orang lebih suka demo
lebih suka panas-panasan di jalan
yang melelahkan, merentankan kondisi emosi,
demi menuntut perubahan...
lebih memilih menciderai sesamanya sendiri
daripada kebenaran imannya diusik...
Ketika orang-orang asyik berdemo satu hari
di medan merdeka
Gelandangan di dekat shelter busway Harmoni
sibuk mengais-ngais nasi kotak basi bekas
entah dipungutnya dari mana...
Siapa peduli.
Akupun rasanya jadi sebuah paradoks
terlebih karena tak ada yang bisa aku perbuat
untuk hal ini.
Dunia ini aneh.
Cinere
19.07.09